Repo pertama gua di GitHub itu website artikel statis. HTML murni, CSS inline di beberapa tempat, JavaScript cuma buat navbar toggle. Malu? Sedikit. Tapi itu titik awalnya.
Timeline yang Berantakan
2024 awal: HTML, CSS, bikin website statis buat tugas kuliah. Setiap website baru = copy paste template lama, ganti konten.
2024 pertengahan: Kenal PHP. Bikin sistem informasi buat desa, vihara, bahkan ERP buat toko kacamata. Semuanya pake PHP native. Ga ada framework. Ga ada version control yang bener. Push langsung ke production. shudder.
2024 akhir: Mulai ngajar di DigiKidz. Ini plot twist yang ga gua sangka. Ngajarin anak-anak coding justru bikin gua sadar berapa banyak fundamental yang gua skip.
2025: Python jadi segalanya. Pandas, Scikit-learn, analisis data, ML. Pindah dari “bikin website” ke “bikin sesuatu dari data.”
2026: Astro buat portfolio, FastAPI buat backend, Docker buat deployment, dan sekarang ngulik AI agent buat otomasi. Wild.
Yang Ga Linear
Kalau lu liat dari luar, kayaknya ini jalur yang rapi: web → backend → data → ML → AI. Kenyataannya? Berantakan.
Gua pernah stuck 3 minggu di satu bug PHP yang ternyata cuma missing semicolon. Pernah submit proyek kuliah yang “jalan” di laptop gua tapi crash di laptop dosen. Pernah bikin model ML yang akurasinya 99% dan gua bangga banget, sampai gua sadar model-nya cuma ngafalin training data.
Setiap “level up” selalu dimulai dari kegagalan yang bikin malu.
DigiKidz Effect
Ngajar anak-anak itu game changer yang ga gua expect.
Waktu lu harus jelasin loop ke anak 8 tahun, lu dipaksa ngerti loop beneran. Bukan cuma syntax-nya, tapi konsepnya. Kenapa itu ada. Kapan pake, kapan ga perlu. Analogi apa yang paling pas.
Dan anak-anak itu jujur. Mereka ga pura-pura ngerti. Kalau penjelasan lu jelek, mereka langsung keliatan bosen atau bingung. Ga ada basa-basi “oh iya paham kok.”
Itu feedback loop tercepat yang pernah gua dapet.
Sekarang dan Nanti
Target gua: Data/AI Engineer. Bukan karena buzzword-nya keren, tapi karena gua nemu bahwa menggali cerita dari data itu genuinely exciting.
Tapi gua ga mau ninggalin web. Karena data tanpa interface itu cuma spreadsheet. Dan spreadsheet ga bisa ngubah keputusan orang kalau ga dipresent dengan bener.
Jadi posisi ideal gua: orang yang bisa ambil data mentah, bersihin, analisis, dan present hasilnya lewat sesuatu yang bisa dipake orang. End to end.
Dari HTML statis ke pipeline data. Ga linear, ga sempurna, tapi at least gua jalan terus.