Website portfolio saya sebelumnya punya identitas yang kuat, tapi terasa berat. Bukan berat dalam arti lambat dimuat, tapi berat secara visual: terlalu banyak warna, terlalu banyak dekorasi, terlalu banyak hal yang bersaing untuk diperhatikan.
Menyadari masalahnya
Saya duduk dan melihatnya dengan jujur. Ada grain overlay, tiga ambient orb, beberapa warna aksen yang dipakai bersamaan. Setiap elemen punya alasan untuk ada, tapi bersama-sama mereka saling menenggelamkan.
Kontennya (proyek, tulisan, identitas) terkubur di bawah lapisan dekorasi.
Keputusan untuk menyederhanakan
Redesign kali ini dimulai dari satu prinsip: setiap elemen harus punya pekerjaan. Kalau sesuatu tidak membantu menyampaikan konten, ia pergi.
Satu palet yang terkendali. Whitespace yang lega. Tipografi yang jelas. Gerakan yang tajam dan bertujuan, bukan animasi demi animasi.
Kecepatan sebagai fitur
Astro dengan islands berarti halaman memuat hampir instan. JavaScript dimuat hanya saat dibutuhkan. Ini bukan optimasi teknis belaka; ini bagian dari pengalaman. Website yang cepat terasa hormat terhadap waktu pengunjungnya.
Yang saya pelajari
Menulis ulang sesuatu yang sudah “berfungsi” itu menakutkan, tapi seringkali perlu. Versi terbaik dari sebuah karya bukanlah yang paling ramai, tapi yang paling jelas menyampaikan maksudnya.