Analisis Gempa Terkini Indonesia
Pipeline otomatis yang menarik data gempa terbaru dari open data BMKG, mengubah XML menjadi CSV tabular, lalu menjalankan analisis deskriptif dan visualisasi.
2026-09-08
Konsep
Data gempa bumi dari BMKG tersedia publik, tetapi dalam bentuk XML yang kurang nyaman dianalisis langsung. Proyek ini menjembatani celah itu: sebuah script tunggal yang menarik feed terbaru, menormalkan strukturnya menjadi tabel CSV, lalu menghasilkan analisis deskriptif yang siap dibaca manusia.
Pendekatan
- Ingest otomatis:
requestsmenarik data XML terkini, diparsing menjadi baris-baris terstruktur. - Normalisasi: setiap kejadian gempa diubah menjadi satu baris dengan kolom magnitudo, kedalaman, lokasi, dan waktu.
- Analisis deskriptif: statistik ringkas (rerata magnitudo, rerata kedalaman, gempa terbesar) dihitung langsung dari data terbaru.
- Visualisasi: distribusi magnitudo dan hubungan magnitudo vs kedalaman diplot untuk menangkap pola.
Temuan Utama
Dari sampel 15 gempa terakhir, gempa terbesar tercatat magnitudo 6.2 SR, dengan rata-rata kekuatan sekitar 5.39 SR dan rata-rata kedalaman 40.20 km. Visualisasi magnitudo vs kedalaman membantu melihat apakah gempa dangkal cenderung lebih kuat.
Refleksi
Proyek ini menegaskan bahwa analisis data yang berguna tidak harus rumit. Yang penting adalah membangun jalur dari data mentah menuju insight dengan rapi dan bisa diulang.