Relationship Memory Museum
Website personal berbentuk museum digital — menyimpan kenangan dalam format artefak interaktif yang bisa dieksplorasi layaknya pameran.
2024-07-20
Konsep
Setiap kenangan punya bobot yang berbeda. Sebagian orang menyimpannya di galeri foto, sebagian di jurnal. Saya membangunnya sebagai museum — ruang yang bisa dimasuki, dijelajahi, dan dirasakan.
Proyek ini adalah eksplorasi murni: bagaimana web bisa menjadi medium naratif yang lebih dari sekadar halaman scrolling.
Pendekatan Desain
Tiap “ruang” di museum mewakili satu bab waktu. Pengunjung bisa berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, menemukan artefak — foto, kutipan, catatan suara, tanggal — yang tersusun seperti pameran kuratorial.
Estetiknya sengaja ditarik ke arah analog: tekstur kertas, tipografi serif, warna yang pudar seperti foto lama. Kontras langsung dengan tumpukan JavaScript di baliknya.
Teknis
Dibangun dengan vanilla JS + Vite untuk bundling. Animasi transisi antar ruangan menggunakan Framer Motion versi vanilla. Tidak ada backend — semua data tersimpan di JSON statis yang dikurasi manual.
Tantangan terbesar: membuat navigasi spatial yang intuitif tanpa peta atau instruksi eksplisit. Saya menguji ke beberapa orang — iterasi ketiga baru terasa natural.
Refleksi
Ini bukan proyek yang punya metrik keberhasilan yang jelas. Tidak ada user, tidak ada conversion rate. Hanya satu pertanyaan: apakah orang yang masuk merasakannya?
Dari beberapa orang yang mencobanya, jawabannya cukup untuk membuat proyek ini terasa selesai.